dunia

Mantan Pejabat FBI Sebut Trump Tidak Layak Jadi Presiden AS

Purnama | Selasa, 17 April 2018 10:18 WIB | PRINT BERITA

ist

WASHINGTON, WB - Mantan Direktur FBI AS James Comey, membuat pernyataan yang menghebohkan. Comey menyebut jika Trump tidak layak secara moral untuk menjadi Presiden AS dan bahwa ada indikasi Trump menghalangi proses hukum.
 

"Presiden kita harus orang yang terhormat dan menganut nilai-nilai yang merupakan inti negara ini. Yang paling penting adalah kebenaran, Presiden ini tidak dapat melakukannya," kata Comey, seperti dikutip dari VOA, Selasa (17/4/2018).


Komentar Comey itu disampaikan dalam wawancara dengan televisi ABC News yang
ditayangkan Minggu malam (15/4), sebelum terbitnya buku yang ditulis Comey yang sebagian mengemukakan peranannya dalam penyelidikan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden tahun 2016 dan penggunaan server email pribadi oleh Hillary Clinton, calon presiden dari partai Demokrat, serta pembicaraan empat mata Comey dengan Trump sebelum presiden memecatnya tahun lalu.


Dalam salah satu pertemuan itu, yang digambarkan Comey dalam kesaksiannya di hadapan Kongres, Comey mengatakan Trump membicarakan penyelidikan mantan penasehat Keamanan Nasionalnya Michael Flyn dan meminta direktur FBI itu agar menghentikannya.
 

Trump telah membantah ia meminta Comey menghentikan penyelidikan Flyn, yang menyatakan dirinya bersalah berbohong kepada penyelidik FBI mengenai komunikasinya dengan duta besar Rusia untuk Amerika Serikat. Ia juga menyebut Comey pembohong melalui Twitter.[]







 

EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Floyd Mayweather Gagal Tarung UFC

12 Juli 2018 | 12:35 WIB

Petinju Amerika Serikat (AS), Floyd Mayweather Jr sempat mengungkapkan keinginannya untuk mencicipi bertarung diarena gaya bebas Ultimate Fighting Championship (UFC) pada Januari 2018 lalu.

Obama Sindir Trump Soal Kebijakan Politik

18 Juli 2018 | 10:08 WIB

Pada peringatan 100 tahun hari lahir pemimpin anti-apartheid Nelson Mandela, mantan presiden AS Barack Obama seperti menyindir presiden Donald Trump.

Nerobos Pertandingan Final Piala Dunia, Band Pussy Riot Dihukum Penjara

18 Juli 2018 | 13:13 WIB

Anggota band Pussy Riot yang telah `membuat kejutan` karena menerobos masuk ke lapangan saat pertandingan final Piala Dunia antara Prancis vs Kroasia Ahad lalu. Mereka akhirnya dihukum penjara 15 hari oleh pengadilan Moskow.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber