potret

Ini Jurus BMM Kampanyekan Zakat Untuk Ekonomi Umat

Anggi SS | Jumat, 23 Maret 2018 17:26 WIB | PRINT BERITA

ist

 

JAKARTA, WB – Baitulmaal Muamalat (BMM) terus melakukan sosialisasi pentingnya zakat untuk pemberdayaan ekonomi umat Islam. Salah satu agendanya dengan menggelar program bulanan Baitulmaal Sharring Session berupa kajian syariat Islam untuk masyarakat umum.

 

Sharring Session yang digelar di Masjid Baitussalam Arthaloka Building, Jl. Sudirman No.2 Jakarta, Rabu (21/3/2018) ini bukan program baru BMM, namun baru kali ini dilakukan di luar kantor dan melibatkan masyarakat umum secara luas.

 

“Kita sudah melakukan sharing session secara rutin di lingkungan kantor. Sekarang kita ingin melakukan syiar lebih luas lagi tentang zakat kepada masyarakat dan memperkenalkan BMM sebagai lembaga baitulmaal yang akuntabel,” ujar Betsy EJ, selaku Ketua Divisi Keuangan dan Pemberdayaan BMM.

 

 

Untuk menarik minat masyarakat hadir dalam pengajian yang mengkaji banyak hal tentang syariat Islam, BMM akan memilih tempat yang representatif dengan narasumber yang sudah populer dan mumpuni.

 

Di sharring session perdana ini penyelenggara menampilkan Ustadz Dr. Oni Sahroni, M.A sebagai pemberi tausiyah. Menurut  doktor pertama Indonesia bidang Fiqh Muqarin, lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo-Mesir ini, sangat sedikit dari potensi zakat di Indonesia yang diterima baitulmaal.

 

“Para ulama mengatakan andaikan kemiskinan dimana-dimana maka itu bukti nyata bahwa kepedulian para hartawan masih lemah karena jumlah hartawan yang mau menyalurkan donasi bantuan maupun zakat masih sangat kecil,“ bebernya.

 

Dari lima poin rukun Islam, hanya zakat yang berhubungan langsung dengan sesama manusia. Namun sayangnya, zakat belum populis. “Orang seringnya menyuruh ayo sholat, ayo sholat. Tapi jarang yang menyeru ayo zakat. Padahal di Alquran itu selalu digandengkan antara perintah untuk sholat dan berzakat,” papr Betsy.

 

Saat ini menurut Betsy merupakan momentum terbaik untuk mengkampanyekan gerakan zakat karena animo dan tingkat ke-Islaman masyarakat sedang meningkat. “Itu terlihat dari maraknya kegiatan-kegiatan ke-Islaman di tanah air,” tambahya.

 

 Betsy EJ / mm

Melihat kenyataan itu, BMM mencoba  menjembatani antara animo umat yang sedang meningkat dengan pemberian informasi yang tepat tentang zakat dan penyalurannya. Tujuan utama dibentuknya BMM menurut Betsy untuk meningkatkan ekonomi umat yang Islami.

 

“Lahirnya BMM diawali dari sebuah cita-cita untuk mewujudkan ekonomi yang Islami. Kalau kita lihat perjuangan Bank Muamalat sebagai bank pertama murni syariah   berupaya untuk mewuijudkan ekonomi yang Islami,” papar Betsy.

 

Lebih jauh Betsy memaparkan, zakat adalah solusi dalam pengembangan ekonomi umat Islam. Bayangkan bagaimana zakat itu bisa mengentaskan kemiskinan. Kita bisa kawal pertanggung jawabannya sehingga dana zakat ini bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat.