metro

Akui Ada Macet di Tanah Abang, Sandiaga : Persentasenya Menurun

Purnama | Selasa, 30 Januari 2018 12:54 WIB | PRINT BERITA

ist

JAKARTA, WB - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengakui ada kenaikan angka kemacetan di kawasan Tanah Abang setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penataan.


Namun begitu, angka kemacetan berbeda dengan data yang dimiliki Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya.


"Yang kami ingin lihat secara detail adalah data-data yang dimiliki teman-teman Ditlantas yang naik 60 persen karena dari periode uji coba sama sebelumnya. Data kami, ada kenaikan 12 persen dari sebelumnya," ujar Sandi beberapa waktu lalu.


Meskipun begitu, Sandi menyampaikan, persentase kemacetan Tanah Abang menurun dalam periode Oktober hingga Desember 2017.


Kalau dilihat dari periode critical, yaitu antara Oktober sampai Desember, itu justru masih ada penurunan," katanya.


Sandi menyebut angka kemacetan yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta berbasis data. Dia memerintahkan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah untuk menyandingkan angka kemacetan yang dimiliki Pemprov DKI dan Ditlantas Polda Metro.


Meskipun ada kenaikan angka kemacetan setelah Jalan Jatibaru Raya ditutup, Sandi menyebut jumlah pengguna bus transjakarta "Tanah Abang Explorer" juga tinggi. Dia menyebut penumpang yang menggunakan layanan bus gratis itu mencapai 19.000 orang per hari.[]









EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Beginilah Rekayasa Lalin Saat Pembukaan Asian Games Besok

17 Agustus 2018 | 06:49 WIB

Upacara pembukaan Asian Games pada Sabtu (18/8/2018) besok di  kawasan Gelora Bung Karno ( GBK), Senayan pasti terjadi kepadatan lalulintas. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan melakukan rekayasa lalu lintas.

Anies Tidak Bisa Pilih Sendiri Pengganti Sandi

13 Agustus 2018 | 10:19 WIB

Saat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok naik jabatan menjadi Gubernur DKI pada November 2014 lalu, Ahok memilih mantan Wali Kota Blitar Djarot Saiful Hidayat sebagai Wagub DKI. Cara seperti itu kini sudah tidak bisa dilakukan Anies Baswedan ketika Wakil Gubernurnya mundur karena maju sebagai cawapres Prabowo.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber