politik

IPW : Polri Jabat Gubernur Bahaya Buat Demokrasi

Purnama | Selasa, 30 Januari 2018 11:43 WIB | PRINT BERITA

ist

JAKARTA, WB - Ketua Presidium Indonesia Police Watch,  Neta S Pane menilai, rencana Mendagri yang hendak menjadikan dua pejabat Polri sebagai Penjabat Gubernur adalah ide yang sangat berbahaya bagi demokrasi. Hal tersebut akan menjadi preseden bagi munculnya Dwifungsi Polri.


Padahal salah satu perjuangan reformasi menjatuhkan Orde Baru adalah memberangus Dwifungsi ABRI. Neta menilai, pemerintah harus bisa menjaga independensi dan profesionalisme Polri dan jangan berusaha menarik Polri ke wilayah politik praktis. Upaya penunjukkan itu, menurut Neta justru akan merusak citra Polri.


"Membuat Polri tidak profesional dan akan menimbulkan kecemburuan TNI," kata Neta, belum lama ini.


Menurut Neta, Mendagri harus segera membatalkan rencananya. Mendagri harus paham bahwa tugas kedua jenderal polisi yang akan dijadikan plt gubernur itu sangat berat, terutama dalam mengamankan pilkada serentak.


Assisten Operasi Polri, yakni Irjen Pol Mochamad Iriawan yang akan dijadikan Plt Gubernur Jabar memiliki tugas mengendalikan pengamanan pilkada di seluruh Indonesia.


"Bagaimana dia bisa mengatasi kekacauan di daerah lain jika dia menjadi Plt Gubernur Jabar," kata Neta.


Sementara itu, Kadiv Propam yang akan jadi Plt Gubernur Sumut, bertugas mengawasi netralitas semua jajaran kepolisian di lapangan. "Bagaimana keduanya bisa menjadi wasit yang baik, jika keduanya juga ditarik tarik sebagai pemain," ujar Neta.


IPW berharap Polri sebaiknya menolak rencana dan usulan itu. Sehingga Polri tetap konsentrasi pada penjagaan keamanan di Pilkada 2018, dan kepolisian bisa profesional, proporsional dan independen, meski ada 10 perwiranya yang ikut Pilkada. Seharusnya plt gubernur tetap diserahkan kepada pejabat di kemendagri karena Dwifungsi Polri melanggar UU No 2 thn 2002 tentang kepolisian.


IPW berharap para birokrat sipil agar tidak memancing dan menarik Polri ke wilayah politik praktis ataupun ke wilayah pemerintahan sipil. Dalam situasi pilkada seperti sekarang ini, posisi polri dinilai tepat jika tetap profesional dan independen serta tetap menjadi polisi sbg penjaga keamanan.


"Jika pun terjadi konflik dalam proses Pilkada, Polri harus lebih bisa berdiri di antara semua kelompok dan tidak dituding berpihak pada satu kelompok," kata dia.[]








EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Periksa Kesehatan, Sandiaga Mau Puasa

11 Agustus 2018 | 15:27 WIB

Pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Solahudin Uno, akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada pekan depan yang digelar oleh KPU RI.

Sandiaga Uno Jadi Wapres Prabowo

09 Agustus 2018 | 23:51 WIB

Calon presiden dari partai Gerindra, Prabowo Subianto mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon presiden. Maju sebagai Capres, Prabowo menunjuk Wakil ketua Umum Gerindra, Sandiaga Uno untuk menjadi calon wakil presiden.

Ini Alasan Jokowi Pilih Gedung Joeang Untuk Titik Kumpul

10 Agustus 2018 | 10:49 WIB

Capres petahana, Joko Widodo (Jokowi) memilih Gedung Joang 45 sebagai lokasi awal berkumpul bersama cawapresnya KH Ma`aruf Amin sebelum mendaftarkan diri ke KPU RI sebagai peserta Pilpres 2019.

Prabowo : PAN dan PKS Legowo Tidak Minta Posisi Wapres

10 Agustus 2018 | 07:27 WIB

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengucapkan terima kasih kepada pimpinan partai koalisinya seperti PAN dan PKS. Prabowo mengatakan dua partai pendukungnya itu sudah legowo tidak mendapatkan posisi bakal calon wakil presiden.

Mundur dari Gerindra, PAN Buka Pintu untuk Sandiaga

10 Agustus 2018 | 22:40 WIB

Sejak dua hari terakhir jelang pendaftaran Capres-Cawapres, terlihat jika pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019, selalu menggunakan kemeja berwarna biru.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber