metro

Majelis Taklim Telkomsel Hapus Tato 250 Orang

Ibra Maulana | Senin, 29 Januari 2018 13:08 WIB | PRINT BERITA

ist

 

JAKARTA, WB – Layanan penghapusan tato gratis yang dilakukan Majelis Taklim Telkomsel (MTT)  mendapat animo positif dari masyarakat. Layanan yang digelar di Masjid Cut Mutia, Jakarta melayani 250 orang pemilik tato.

 

"Sudah banyak permintaan di provinsi lain, Jambi, Bali hingga Nusa Kambangan minta layanan hapus tato. Tapi untuk saat ini masih di Jakarta dulu," ungkap Wawan Budi Setiawan Ketua MTT di Masjid Cut Meutia, Jakarta, Sabtu (27/1/2018).

 

Selama dua hari penyelenggara  melayani 250 peserta khusus di wilayah Jakarta. Program Layanan Hapus Tato pertama kalinya diadakan dengan meluncurkan Ambulance Layanan Hapus Tato dan sekaligus melakukan operasi laser hapus tato.

 

Menurut Wawan, penghapusan tato merupakan salah satu cara untuk menyempurnakan pelaksanaan ibadah.  Biasanya untuk menghapus tato seukuran KTP dikenakan biaya hingga Rp 1 juta.  Jadi tidak heran jika animonya cukup tinggi.  Pendaftarnya hingga 1.000 orang. “Makanya nanti akan kami adakan lagi," katanya.

 

Dibutuhkan sekitar 300 juta untuk investasi berbagai peralatan kesehatan dengan alat laser yang digunakan dalam acara ini. Terdapat dua alat laser yang digunakan pekerja medis untuk menghapus tato. Ia optimis ke depannya dapat menambah alat tersebut agar menangani hapus tato lebih banyak lagi.

 

Nantinya pembinaan peserta hapus tato akan dilakukan oleh MTT bekerjasama dengan Hidayatullah. Para peserta akan dibina bersama komunitas masjid. Tujuannya tentu saja agar si pemilik tato tersebut tidak kembali ke komunitas yang sebelumnya mengajak mereka berbuat tidak baik, salah satunya dengan mentato tubuh. []

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Beginilah Rekayasa Lalin Saat Pembukaan Asian Games Besok

17 Agustus 2018 | 06:49 WIB

Upacara pembukaan Asian Games pada Sabtu (18/8/2018) besok di  kawasan Gelora Bung Karno ( GBK), Senayan pasti terjadi kepadatan lalulintas. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan melakukan rekayasa lalu lintas.

Anies Tidak Bisa Pilih Sendiri Pengganti Sandi

13 Agustus 2018 | 10:19 WIB

Saat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok naik jabatan menjadi Gubernur DKI pada November 2014 lalu, Ahok memilih mantan Wali Kota Blitar Djarot Saiful Hidayat sebagai Wagub DKI. Cara seperti itu kini sudah tidak bisa dilakukan Anies Baswedan ketika Wakil Gubernurnya mundur karena maju sebagai cawapres Prabowo.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber