Hukum

Jadi Tersangka, Fredrich Yunadi Direncanakan Diperiksa Jumat

Oktraz | Kamis, 11 Januari 2018 10:37 WIB | PRINT BERITA

ist


JAKARTA, WB - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memanggil Fredrich Yunadi Jumat (12/1/2018). Mantan kuasa hukum terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto itu menjadi tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan kasus e-KTP yang menjerat Setya Novanto.


"Jadi direncanakan pemeriksaan dilakukan pada Jumat. Kami harap yang bersangkutan dapat memenuhi proses hukum," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, belum lama ini.


Febri berharap Fredrich Yunadi tak seperti Setya Novanto yang dinilainya mengulur jadwal pemeriksaan dengan berbagai alasan. Fredrich sempat menyebut tuduhan yang dilayangkan KPK kepadanya merupakan sebuah fitnah.


"Jadi kita harap yang bersangkutan dapat hadir memenuhi panggilan tersebut. Jika memang ada tanggapan dan bantahan nanti bisa disampaikan oleh yang bersangkutan saat dirinya hadir memenuhi panggilan KPK," kata Febri.


KPK menetapkan bekas pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi dan seorang dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka, keduanya diduga menghalang-halangi penyidikan KPK dalam kasus e-KTP.


"Penyidik meningkatkan status FY dan BST dari penyelidikan ke penyidikan. FY ini seorang advokat dan BST seorang dokter," kata pimpinan KPK Basaria Panjaitan, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10/1/2018).


Basaria juga menyatakan, setelah menjerat mantan kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi dan dokter RS Medika Permata Hijau, lembaga antirasuah akan mengkaji status Hilman Mattauch, yang merupakan mantan kontributor salah satu televisi swasta.[]






EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Aman Abdurrahman : Pelaku Bom Bunuh Diri Surabaya Orang Sakit Jiwa

25 Mei 2018 | 19:20 WIB

Terdakwa kasus serangan teror bom Thamrin Oman Rochman alias Aman Abdurrahman mengatakan, orang-orang yang melakukan atau merestui aksi bom bunuh diri di Surabaya itu adalah orang-orang yang sakit jiwanya.

Polsek Marosebo Diserang Residvis

22 Mei 2018 | 22:45 WIB

Kantor Kepolisian Sektor Marosebo, Jambi, diserang dua  residvis. Pelaku datang membacok dua anggota polisi hingga terluka.

Merasa Jadi Korban Mafia Hukum, Keluarga Iwan Liman Lapor ke Komnas HAM

23 Mei 2018 | 09:19 WIB

Hampir semua upaya mencari keadilan telah dilakukan keluarga Iwan Cendikia Liman alias Iwan Liman yang dituding gelapkan mobil mewah. Bahkan, demi bisa hadiri hari kelulusan Angeline (12), putrinya, keluarga Iwan Liman minta bantuan Komnas HAM.

Pemuda Penghina Presiden di Instagram Diciduk

24 Mei 2018 | 08:54 WIB

Aparat Kepolisi akhirnya menangkap pemuda yang menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) di media sosial Instagram. Pemuda berusia 16 tahun itu diamankan di kediamannya di Kembangan, Jakarta Barat.

Anas : Sudah Saatnya Ajukan PK

24 Mei 2018 | 15:32 WIB

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Hal tersebut dilakukan Anas, atas vonis 14 tahun penjara dalam kasus korupsi berupa penerimaan hadiah dari sejumlah proyek-proyek pemerintah juga tindak pidana pencucian uang.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber