Hukum

Komplotan Pembuat Video Mesum Anak Dibekuk

Nana Sumarna | Senin, 08 Januari 2018 18:24 WIB | PRINT BERITA

ist

 

BANDUNG, WB -  Kepolisian Daerah Jawa Barat berhasil menangkap enam orang tersangka kasus video mesum yang melibatkan anak di bawah umur yang beradegan seks dengan seorang perempuan dewasa.

 

"Enam tersangka itu FA, CC, IN, IM, HN, dan SU. Mereka ditangkap pada Minggu (7/1) di sekitar wilayah Bandung," ujar Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto di Bandung, Senin (8/1/2018).

 

Menurut Agung, para tersangka memiliki peran  berbeda.  FA sebagai sutradara dan pengambil video, CC perekrut perempuan, IN perekrut anak juga sebagai pemeran perempuan, IM perekrut anak juga sebagai pemeran perempuan, HN perekrut anak juga sebagai pemeran perempuan, dan SU merupakan salah satu orang tua anak.

 

Perbuatan melanggar hokum itu menurut  Agung, dimulai dari pertemanan FA dengan komunitas Rusia di platform media sosial Facebook. FA mengirimkan foto mesum antara seorang anak dengan perempuan dewasa pada April lalu.

 

Respons positif diterima FA dari komunitas tersebut akibat unggahan foto mesumnya. Ia pun mendapat tawaran untuk membuat video mesum anak yang nantinya akan diganti dengan sejumlah uang.

 

"Tersangka mendapat tawaran dari R yang mengaku orang Kanada untuk membuat video mesum dengan imbalan bayaran uang," katanya.

 

Faisal pun menyanggupi tawaran tersebut dan kemudian meminta bantuan untuk mencarikan bocah laki-laki kepada CC dan IM. Mereka kemudian membuat video tersebut pada Mei dan Agustus 2017, di dua hotel di Kota Bandung.

 

"Salah seorang ibu menyuruh putranya untuk bermain dalam video tersebut padahal sudah menolak, dan akhirnya terpaksa melakukan," kata dia.

 

Para tersangka dijerat dengan tiga pasal yang berbeda, yakni Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang Pornografi, dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik. []

 

 

EDITOR : Fuad Rohimi
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Soal Mahar Politik Bukan Ranah KPK

14 Agustus 2018 | 12:10 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak bisa mendalami dugaan adanya mahar politik sebesar Rp500 miliar tiap parpol yang diduga dilakukan Sandiaga Uno.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber