enterpreneur

D_Amos, Tas Denim yang Lahir dari Hobi dan Kemandirian

Fuad Rohimi | Minggu, 27 Novermber 2016 19:42 WIB | PRINT BERITA

ist

 

WARTABUANA  -  Hamidah Salsabilah, satu dari sekian banyak enterpreneur muda yang jeli melihat peluang usaha. Dengan bendera D_Amos, dia hadir menawarkan tas denim yang trendi, berkualitas dan fashionable.


Dari sekian banyak pilihan usaha, gadis yang akrab disapa Billa ini mantap memilih produk tas bukan tanpa alasan rasional. Dalam melakoni kehidupan sehari-hari, manusia modern  tidak bisa lepas dari tas. Tas bagi manusia sudah menjadi semacam kebutuhan hidup, untuk sekolah, kerja bahkan hanya untuk melengkapi penampilan saja.

 

“Kini tas juga sudah menjadi fesyen, terutama untuk wanita. Keragaman bentuk tas membuat banyak orang ingin memiliki lebih dari satu, untuk penampilan atau sekedar koleksi,” papar Billa yang memilih berwira usaha ketimbang jadi broker saham ini.

 

Meski belum genap dua tahun melakoni bisnis ini, namun Billa merasa usahanya mengalami progres yang positif. “Alhamdulillah, semua berkat kerjakeras dan team work yang solid,” ungkap Billa yang kini sudah mempekerjakan 6 orang karyawan.

 

Hebatnya, Billa menganggap semua karyawannya adalah team work yang satu sama lain saling membutuhkan. “Termasuk saya ada di dalam team work itu. Kami memproduksi tas mulai dari merancang desain sampai proses produksi hingga pemasaran merupakan rangkaian yang tidak bisa dipisahkan,” jelas Billa mendefinisikan team work di tempat usahanya.

 

Hamidah Salsabilah /ist

Hasilnya, kini D_Amos sudah memiliki 23 model tas yang dipasarkan melalui cara online dan tersebar di beberapa kota lewat 25 reseller yang selalu repeat order. “Selain Jakarta dan bandung, reseller saya tinggal di Kediri, Malang dan Solo. Bahkan melalui online, ada pembeli yang tinggal di Malaysia dan Saudi Arabia,” jelas Billa yang sedang kejar stok untuk ikut pameran JakCloth di Parkir Timur, Senayan,  Jakarta pada 30 November mendatang.

 

Billa berkisah, JakCloth nanti merupakan pameran perdana D_Amos. Sebelumnya dia sempat beberpa kali gagal ikut pameran lantaran tidak bisa memenuhi stok produk untuk pameran. “Saat mau pameran, saat itu juga order online dan reseller sedang tinggi, akhirnya saya tidak bisa stok barang untuk pameran. Nah, untuk JakCloth nanti saya sudah prepare jauh-jauh hari,” ujar Billa yang akan “pajang” semua model tas denim produksinya.

 

Kuat dan Awet

Jangan menggarami lautan, mungkin itu filosofi Billa sehingga dia memilih bisnis tas denim. Pemilihan bahan denim sebagai ciri khas produknya membuat D_Amos  tampil beda diantara brand-brand yang sudah ada.

 

“Saya pilih bahan denim setelah diskusi dengan calon suami. Bahan denim selain kuat dan awet juga sudah familiar dengan kita. Hampir semua orang pernah menggunakan denim untuk baju dan celana, tapi masih jarang yang gunakan denim untuk tas,” kilah Billa.

 

Awalnya tidak mudah menggunakan denim untuk berkreasi melahirkan model-model tas yang menarik. Selain warna dan coraknya yang terbatas, mencari bahan baku denim juga butuh usaha keras. “Tapi lama-lama saya semakin menguasai, ternyata dengan keterbatasan itu justru melahirkan ide-ide bagus untuk mendesain tas. Salah satu keunggulan denim, bahannya bisa dipakai bolak-balik dengan corak menarik,” jelas Billa.

 

Dari 23 model tas yang sudah diproduksinya, menurut Billa semuanya didesain simple dan fun. Jika diklasifikasi model tas D_Amor ada 4 “genre”, vintage, casual, unik dan etnik. “Semua koleksi D_Amos bisa didapatkan di JakCloth nanti dengan penawaran dan promosi khusus. Saya akan beri diskon sampai 30 persen,” promo Billa.

 

Selain potongan harga, setiap pengunjung  D_Amos di JackLoth yang menempati both 23 ST di Blue Area pameran akan mendapat T-shirt cuma-cuma.   “Setiap transaksi senilai Rp 150 ribu mendapat satu potong T-shirt. Pembeli bisa memilih T-shirt-nya sendiri. Jika beli tas seharga Rp 300 ribu bisa bawa pulang dua T-shirt,” janji Billa.

 

Strategi berani itu dilakukan Billa karena menurutnya, hampir semua pengunjung JakCloth datang ingin membeli pakaian, salah satu jenisnya T-shirt. “Nah, jika beli tas D_Amos, selain dapat tas juga dapat T-shirt  sesuai selera,” papar Billa sumringah.

 

Satu hal lagi yang menarik dari cara bisnis D_Amos ini, Billa menyisihkan Rp 5.000 dari setiap penjualan satu unit tas untuk didonasikan kepada kaum dhuafa dan anak yatim. Bentuk kepeduliannya itu diharapkan menjadi jalan keberkahan bisnisnya. “Bulan Ramadhan kemarin D_Amos menyumbangkan 80 paket kebutuhan sekolah  berupa tas ransel, buku dan alat tulis  kepada sebuah yayasan,” ujarnya.

 

Billa dan produk D_Amos /ist

Bosan Monoton

Billa adalah putri bungsu dari 7 bersaudara. Gadis berusia 27 tahun ini sejak kecil memang sudah mandiri dan sangat kreatif.  Bahkan di usia dini, ketika masih duduk di bangku SMP, dia sudah bercita-cita ingin menjadi seorang wirausaha.

 

“Jika kita kreatif dan bisa membaca peluang, segala sesuatu di dunia ini akan memiliki nilai jual jika dikelola dengan kreatifitas dan kemauan keras,” katanya.

 

Jiwa kreatifitasnya itulah yang membuat  Billa memilih keluar dari zona nyaman sebagai seorang broker saham. Dirinya merasa tidak cocok dengan rutinitas yang monoton, berangkat pagi pulang sore dengan kerjaan yang itu-itu saja.

 

Akhirnya Billa memutuskan memilih profesi sebagai make up artis setelah ikut pendidikan tata kecantikan. “Saya suka menggambar, dan make up artis saya pikir masih sejalan dengan hobi saya itu. Cuma “menggambar”nya bukan diatas kertas, tapi di wajah orang,” kelakarnya.

 

Namun Billa merasa belum menemukan pasion-nya, hingga suatu ketika di bulan Maret 2015, saat diskusi dengan teman dekatnya, muncul ide bisnis tas denim ini. Entah mengapa, ide tersebut langsung membuatnya bersemangat dan ingin segera memulainya. “Rasanya pas banget, saya hobi menggambar dan mendesain sesuatu,” ujarnya.

 

Langkah awal mewujudkan impiannya itu dimulai dengan mendesain beberapa model tas, kemudian hunting mencari bahan denim dengan warna dan corak sesuai desain. “Meskipun harus mencari ke beberapa kota, saya puas bisa mendapat denim sesuai rancangan,” kisahnya.

 

Kendala berikut, Billa harus mencari tukang jahit untuk mewujudkan desain tas menjadi sebuah produk jadi. Ternyata mencari penjahit yang seuai dengan “selera” dan budget tidak semudah yang dibayangkan. Hingga dia nekat membeli mesin jahit portable dan mencoba produksi sendiri.

 

“Bayangkan, sebelumnya saya tidak pernah menjahit. Bahkan untuk memasukkan benang jahit ke beberapa lubang di mesin saja harus dipandu video yang dikirim teman,” cerita Billa yang akhirnya bisa membuat tas dengan hasil seadanya.

 

Setelah mendapat tukang jahit, Billa mulai mewujudkan impiannya memproduksi tas denim dari desain coretan  tangannya. “Produk pertama saya adalah tas pria model sling back dengan banyak kantong. Model yang saya beri nama Chiko itu menjadi best seller karena unik dan menarik,” ujar Billa.

 

Tentang Chiko, Billa punya cerita menarik. Setelah rampung membuat sample Chiko, Billa memposting fotonya lewat Blackberry Messenger (BBM). Tujuannya ingin “menampung” komentar teman-temannya tentang tas perdana yang diproduksinya.

 

Namun tanpa sepengetahuannya, ada seorang teman yang langsung menawarkan Chiko kepada teman dan koleganya. Akibatnya Billa kelabakan, sementara Chiko belum diproduksi, sudah banyak yang memesan.  “Untungnya yang pesan mau mengerti dan rela menunggu sampai saya lengkapi produksi Chiko dengan hand tag dan cover tasnya,” kenang Billa.

 

Karyawan adalah bagian dari team work /ist

Pengalaman-pengalaman itu hingga saat ini masih ada yang diterapkan dalam menjalankan bisnisnya, seperti mau menerima saran dan kritik orang lain. “Setiap model terbaru, selalu saya share ke beberapa teman dan reseller untuk meminta pendapat mereka. Jika sudah Oke, langsung produksi. Biasanya sih ada saran dan masukan sehingga harus direvisi lagi sebelum produksi,” ujar Billa.

 

Agar model tasnya selalu up to date dan menarik, Billa rajin menggali ide melalui banyak cara. Bisa melalui majalah, browshing internet dan katalog. “Bahkan di saat sedang jalan-jalan ke suatu tempat atau mall, ide-ide baru sering datang,” ungkapnya.


Dalam melakoni hidup dan usahanya, Billa termasuk sosok wanita tangguh yang pantang menyerah. “Prinsip saya, kerja keras, konsisten, banyak belajar dan mau menerima masukan serta kritik. Dan satu hal lagi yang wajib dilakjukan, yaitu rajin berdoa,” petuah Billa.

 

Meskipun usahanya baru seumur jagung, namun Billa sudah memiliki obsesi mengembangkan usaha lebih baik lagi. Dalam waktu dekat D_Amos akan memproduksi tas denim premium yang dikombinasikan dengan kulit dan bahan etnik seperti batik dan kain tenun. Bahkan Billa ingin mengembangkan usaha dengan memproduksi jaket dan sejenisnya dari denim. []

 

 

 

EDITOR : Ade Donovan
Baca Juga








Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber